Sindrom Insensitivitas Androgen-Pengertian-Penyebab-Gejala

Pernahkah anda menjumpai kondisi seorang anak laki-laki yang memiliki karakteristik seperti perempuan? umunya, masyarakat menyebut anak dengan kondisi demikian sebagai anak yang banci. Ternyata, kondisi tersbeut dapat dijelaskan secara medis. Seorang anak yang mengalami kondisi tersebut telah mengalami kelainan genetik yang dinamakan dengan androgen insensitivity syndrome (AIS) atau sindrom insentivitas androgen, yang merupakan suatu kelainan genetik yang menjadi penyebab bayi dengan jenis kelamin laki-laki memiliki karaktersitik fisik menyerupai perempuan. bayi yang mengalami kelainan tersebut memiliki organ reproduksi perempuan yakni vagina akan tetapi tidak memiliki rahim., tuba fallopi, atau indung telur. Selain itu, bayi juga dapat mengalami kemungkinan memiliki penis yang tidak bisa berkembang sempurna dan kriptorkismus. 

Seseorang yang mengalami sindrom tersebut dapat menjalankan kehidupan dengan sehat dan normal selayaknya manusia lainnya, akan tetapi tidak dapat mempunyai keturunan karena mengalami kelainan organ seksual tersebut. Sindrom insensitivitas androgen memilki dua jenis, yaitu:

  1. Complete androgen insensitivitas syndrome (CAIS) atau sindrom insensitivitas androgen komplit

Pada umumnya, sindrom tersebut baru terdeteksi ketika memasuki usia pubertas, seperti ketiak sudah waktunya mengalami menstruasi tidak keluar , tidak menemukan tumbuhnya bulu pada ketiak, dan tumbuh bulu disekitar kemaluan. Selain itu, rambut kepala yang tumbuh menyerupai rambut laki-laki bukan perempuan. Kondisi tersebut disebabkan oleh testosteron tidak berfungsi terhadap perkembangan seksual.

  1. Partial androgen insesitivity syndrome (PAIS) atau sindrom insensitivitas androgen parsial

Terjadinya sindrom ini dapat terdeteksi ketika klitoris yang membesar atau kondisi penis yang berukuran lebih kecil yang disertai hipospadia, dan ginekomastia. Pada seseorang yang mengalami sindrom tersebut masih memiliki efek terhadap perkembangan seksual, akan tetapi tidak sempurna.

Penyebab 

Penyebb terjadinya sindrom insensitivitas androgen (AIS) ialah kelainan turunan atau genetik ketika ibu dalam masa kehamilan yang berakibat tubuh tidak merespon hormon testosteron, yang merupakan hormon hasil produksi testis dan berfungsi untuk perkembangan testis dan penis laki-laki. Dilansir dari alodokter.com, sel kromosom terdapat dua jenis yang diturunkan oleh orang tua, yaitu X dan Y. Jika bayi perempuan memiliki kromosom XX, sedangkan bayi laki-laki memiliki kromosom XY. Jiak bayi mengalami AIS, bayi akan terlahir laki-laki dengan sel kromosom yang juga laki-laki, akan etteapi kelainan genetika dari ibu akan menimbulkan gangguan respon tubuh bayi terhadap homon  testosteron. Sehingga, anak mengalami perkembangan seksual yang tidak normal. Terjadinya hal tersebut menyebabkan bayi memiliki organ kelamin yang menyerupai perempuan. 

Gejala

Gejala yang timbul dari AIS tergantung pada jenisnya. Berikut gejala dari sindrom insensitivitas androgen komplit CAIS, yatu:

  1. Memiliki vagian akan tetapi tidak memiliki rahim untuk pembuahan, tidak mengalami menstruasi, rambut pada ketiak dan sekitar kemaluan tidak tumbuh ketika sudah pubertas.
  2. Tumbuh payudara layaknya seorang perempuan.
  3. Terjadi kriptorkismus yang tida dapat dideteksi kecuali hernia dan labia (pembengakkan bibir vagina).

Gejala yang tampak dari  sindrom insensitivitas androgen parsial PAIS, yaitu:

  1. Memiliki penis yang berukuran lebih kecil dengan hipospadia, atau memiliki vagina dengan ukuran klitoris yang besar.
  2. Terjadi kriptorkismus.
  3. Terjadi pertumbuhan payudara, akan tetapi terlihat ginekomastia yang terjadi pada laki-laki.

Nah, itulah penjelasan mengenai sindrom Insensitivitas Androgen, penyebab, dan gejala yang ditimbulkan. Jika menemukan seseorang dengan kondisi tersebut, jangan sampai dikucilkan dari lingkungannya, karena hal tersebut bukanlah kelainan yang menular. Jika anda memerlukan penjelasan lebih lanjut, anda dapat mengakssesnya melalui berbagai jurnal kesehatan.

 

Send a Comment

Your email address will not be published.