Hidup tanpa kantong plastik, apakah itu mungkin?

Hasil gambar untuk kantong kain belanja

Bawalah tas tangan atau tas Anda sendiri jika Anda tidak memiliki barang baru di Intan (25). Kebiasaan itu dimulai dengan mengikuti kebiasaan sang ibu. Selain membantu mengurangi sampah plastik, tas belanjaannya membawa uang setelahnya. Karena beberapa supermarket yang berkunjung sering kali memperkenalkan kantong plastik berbayar. “Simpan cukup perak,” katanya. Selain kantong Intan juga berusaha mengurangi limbah plastik lainnya, misalnya dengan mengangkut sedotan dan air minum. Dari waktu ke waktu tempat minum juga digunakan untuk pembelian kopi. “Sedotan, Tumblr, selalu membawanya dalam tas,” kata Intan. Kebiasaan serupa dipraktikkan oleh Ecka (35). Kebiasaan membawa tas belanjaan mereka bahkan sudah dilakukan lebih dari lima tahun yang lalu. Kebiasaan itu dimulai dengan saturasi dengan jumlah kantong plastik yang menumpuk. Tanpa disadari, lebih banyak hari bawa tas plastik.

Jika kini Anda lupa membawa tas kain, Ecka segera memasukkan tas belanjaannya di saku Anda. Kebiasaan Ecka akhirnya meluas ke ibunya. “Jika Anda pergi ke pasar sekarang, Anda perlu membawa tas lipat yang bagus,” katanya. Jika Anda berbelanja dalam jumlah besar, Ecka menggunakan kardus. Apalagi jika Anda membawa kendaraan. Menurutnya, tidak mudah untuk membangun kebiasaan menghentikan kantong plastik. Namun kebiasaan ini pun bukan hal yang mustahil. “Siapkan saja goodie bag atau tas untuk digunakan kembali, sekarang ada banyak jenis silikon, bagus dan tidak cukup berat untuk dikirim ke mana saja,” kata Ecka.

Politik baru
Asosiasi Perdagangan Eceran Indonesia (Aprindo) akan menerapkan Pedoman Kantong Plastik Tidak Bebas (KPTG) untuk pengecer modern pada 1 Maret 2019. Ini untuk mendukung salah satu visi pemerintah untuk mengurangi 30 limbah, termasuk sampah plastik pada tahun 2050. Peraturan serupa telah diberlakukan sebelumnya. Pembeli yang membutuhkan plastik harus membayar. Aturan itu menghilang kemudian. Bisakah kita hidup tanpa kantong plastik? Bukan tidak mungkin

Terutama jika kita ingat kemungkinan memiliki lebih banyak plastik di lautan pada tahun 2050 dibandingkan dengan jumlah ikan hidup. Bawa tas belanja sendiri karena Intan dan Ecka bisa menjadi alternatif untuk mengurangi sampah plastik. Namun, ada banyak alternatif lain yang bisa Anda pilih, seperti dilansir huffpost.com.
1. kotak makan silikon
Tidak seperti kantong plastik, kotak silikon tidak mengandung minyak, PVC, atau lateks. Wadah ini juga sangat fungsional dan dapat ditutup rapat
Kantung kedua dengan ritsleting
Anda mungkin pernah melihatnya di pusat perbelanjaan atau di toko online dengan ritsleting atau saku ritsleting di atasnya. Penggunaan tas ritsleting dapat menggantikan sekitar 300 kantong plastik sekali pakai.
3. kotak kain
Kain itu bisa digunakan tidak hanya dalam bentuk karung, tetapi juga untuk menyimpan bahan makanan di lemari es atau lemari. Tas katun, linen atau kanvas dapat digunakan untuk menyimpan roti, makanan ringan, buah-buahan dan makanan lainnya.

Send a Comment

Your email address will not be published.